Selasa, 24 Mei 2011
Waktu
Waktu
Karya: Deddy Firtana Iman
Misalnya aku menjadi detik
ketika jam dinding mengabarkan
waktu kebahagiaan untukmu
izinkan aku mengabarkan
sesuatu kebahagiaan
sebelum mimpi indahmu
pergi menemani tidurmu
Ketahuilah wahai kekasihku
detak jantungku tak mampu
meneruskan kepercayaan
cintaku untukmu
bersabarlah menunggu
demi waktu yang tersisa untukmu
17 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Sumber:
Youtube
Minggu, 08 Mei 2011
Mawar Merah
Mawar Merah
Karya: Deddy Firtana Iman
Mawar merah
dan segenggam madu.
Kian merekah
mengukir kelabu.
Menatap sepi
pada pelangi mengibarkan jingga.
Langkah kaki ini kian berhenti
melamun menatapnya.
Kumbang yang datang
madu tak tergenggam.
Cerita ini kian mengarang
membasuh cahaya malam.
Mawar merah
dan segenggam madu.
Cerita lama
dan isyarat membisu.
2010
Sumber:
Youtube
Ujung Pancu
Ujung Pancu
Karya: Deddy Firtana Iman
Keringat kita sudah terlalu lelah
mandi dengan keringat perkotaan
hingga lupa pada air yang jernih dan suci
mata air di ujung sana sudah menanti
Perjalanan kita sudah melampaui setengah jam
dengan semburan angin angin menyegarkan
perjalanan kita di pagi yang cerah ini
dan persinggahan hanya sekejap saja
Lihatlah ke sebelah kiri dan kanan kita
rumput rumput menari nari dengan alunan angin
suara burung burung bersahutan riang gembira
dengan kehadiran si anak kota yang aneh
Cepatkanlah langkah kaki kita kawan
tak banyak waktu melamun tentang keindahannya
dan kita juga harus menyisakan keindahan itu
dalam pikiran dan selembar foto yang damai
Kau rasakanlah suara ombak dan angin yang kencang
suasana yang tenang dan nyaman untuk menyendiri
bersama sahabat sahabat dan membuang kebosanan
2010
Sumber:
Youtube
Prettyca Yudra Perdana
Prettyca Yudra Perdana
Karya: Deddy Firtana Iman
Jalan menuju cahaya matamu
melambatkan gerak-gerik
tubuh tak menentu
melayang ke arah lantai dasar hatimu
kian terpukul menangis
Aku mulai jatuh
kesakitan diantara batu-batu mutiara
cahaya kilauanmu
Begitu menyedihkan
jika tatapanku tak mampu
mampir di deretan cahaya matamu
17 Juli 2010
Sumber:
Youtube
Bunga Mawar
Bunga Mawar
Karya: Deddy Firtana Iman
Mawar merah
dan segenggam madu.
Kian merekah
mengukir kelabu.
Menatap sepi
pada pelangi mengibarkan jingga.
Langkah kaki ini kian berhenti
melamun menatapnya.
Kumbang yang datang
madu tak tergenggam.
Cerita ini kian mengarang
membasuh cahaya malam.
Mawar merah
dan segenggam madu.
Cerita lama
dan isyarat membisu.
2010
Sumber:
Youtube
Januari
Karya: Deddy Firtana Iman
Korban kekerasan
Tikamlah aku
Sebelum saadnya
Korban keganasan
Injaklah aku
Sebelum kumarah
Korban kebohongan
Tipulah aku
Sebelum kusadar
Korban kebencian
Hinalah aku
Sebelum aku pergi
Januari
Itulah cerita negeri kami
Para penjilat lidah menari
Sebelum esok berganti Juni
2009
Dimuat di Koran "Lensa Unmuha" edisi VI/Maret 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Korban kekerasan
Tikamlah aku
Sebelum saadnya
Korban keganasan
Injaklah aku
Sebelum kumarah
Korban kebohongan
Tipulah aku
Sebelum kusadar
Korban kebencian
Hinalah aku
Sebelum aku pergi
Januari
Itulah cerita negeri kami
Para penjilat lidah menari
Sebelum esok berganti Juni
2009
Dimuat di Koran "Lensa Unmuha" edisi VI/Maret 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Ruang Kosong
Karya: Deddy Firtana Iman
Sepi menyindir
Bercahaya gelap gulita
Mata kucing mulai bercahaya
Bocah menangis tiada tanya
Sepiring kumal tanda jadi
Sepintas lemah pun mati
Kematian
Auman kelaparan
Menjadi belenggu tiada akhir
Mencabik-cabik ruangan
Kunci pegangan mulai pergi
Kearah Matahari
Tiada arti si Kecil sendiri
Mati nanti mungkin hari ini
2009
Dimuat di Majalah Lensa Unmuha
Kamis, 2009 Januari 29
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Sepi menyindir
Bercahaya gelap gulita
Mata kucing mulai bercahaya
Bocah menangis tiada tanya
Sepiring kumal tanda jadi
Sepintas lemah pun mati
Kematian
Auman kelaparan
Menjadi belenggu tiada akhir
Mencabik-cabik ruangan
Kunci pegangan mulai pergi
Kearah Matahari
Tiada arti si Kecil sendiri
Mati nanti mungkin hari ini
2009
Dimuat di Majalah Lensa Unmuha
Kamis, 2009 Januari 29
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Kertas
Karya: Deddy Firtana Iman
Kertas merah
di daur ulang menjadi merah jambu
terlalu sulit
merangkai bentuk wajah indahmu
sedangkan malam
memudarkan warna hati
hitam bertaburan bintang
07 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Kertas merah
di daur ulang menjadi merah jambu
terlalu sulit
merangkai bentuk wajah indahmu
sedangkan malam
memudarkan warna hati
hitam bertaburan bintang
07 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Waktu
Karya: Deddy Firtana Iman
Misalnya aku menjadi detik
ketika jam dinding mengabarkan
waktu kebahagiaan untukmu
ijinkan aku mengabarkan
sesuatu kebahagiaan
sebelum mimpi indahmu
pergi menemani tidur
Ketahuilah wahai kekasihku
detak jantungku tak mampu
meneruskan kepercayaan
cintaku untukmu
bersabarlah menunggu
demi waktu yang tersisa untukmu
17 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Misalnya aku menjadi detik
ketika jam dinding mengabarkan
waktu kebahagiaan untukmu
ijinkan aku mengabarkan
sesuatu kebahagiaan
sebelum mimpi indahmu
pergi menemani tidur
Ketahuilah wahai kekasihku
detak jantungku tak mampu
meneruskan kepercayaan
cintaku untukmu
bersabarlah menunggu
demi waktu yang tersisa untukmu
17 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Hitam Pekat
Karya: Deddy Firtana Iman
Di balik lentera hati
ada beberapa insan kata
berhenti hanya tersenyum
dengan sedikit hembusan angin
Kedekatanku
tak pernah menimbulkan
kejiwaan dadakan
menghembuskan kata-kata
di daerah takdir tak bertepi
Seumpama kertas itu
hanya berwarna hitam
maka hitamlah ratapan kita
tak terlihat dengan mata telanjang
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 19 September, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Di balik lentera hati
ada beberapa insan kata
berhenti hanya tersenyum
dengan sedikit hembusan angin
Kedekatanku
tak pernah menimbulkan
kejiwaan dadakan
menghembuskan kata-kata
di daerah takdir tak bertepi
Seumpama kertas itu
hanya berwarna hitam
maka hitamlah ratapan kita
tak terlihat dengan mata telanjang
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 19 September, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Renungan Malam
Karya: Deddy Firtana Iman
Kau telah menyingsut kedinginan
betapa kenestapaan itu terjalin sepi
menandakan bintang-bintang kian
tersenyum melihat bulan di dekat
landasan perbaringan mengapai takdir
mimpi
tiada kata untuk mengucapkan salam
perpisahan
di antara bayangan kerinduan untukmu
sebelum mengapai pagi
(Agustus 2010)
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 29 Agustus, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Kau telah menyingsut kedinginan
betapa kenestapaan itu terjalin sepi
menandakan bintang-bintang kian
tersenyum melihat bulan di dekat
landasan perbaringan mengapai takdir
mimpi
tiada kata untuk mengucapkan salam
perpisahan
di antara bayangan kerinduan untukmu
sebelum mengapai pagi
(Agustus 2010)
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 29 Agustus, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Sempurna Terdiam Sepi
Karya: Deddy Firtana Iman
Lihatlah
hamparan pasir di pantai
Berjalanlah
memakai alam pikiran kesegaran hati
Jangan berhenti
penyesalan menghantui dirimu
dan tetap berjalan
Rasakanlah air asinnya
basuhlah kedua tanganmu
dan rasakan kesempurnaan
tanpa terdiam sepi
karena angin menemanimu
di setiap langkah kakimu
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 25 July, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Lihatlah
hamparan pasir di pantai
Berjalanlah
memakai alam pikiran kesegaran hati
Jangan berhenti
penyesalan menghantui dirimu
dan tetap berjalan
Rasakanlah air asinnya
basuhlah kedua tanganmu
dan rasakan kesempurnaan
tanpa terdiam sepi
karena angin menemanimu
di setiap langkah kakimu
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 25 July, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Tak Ingin Usai
Karya: Deddy Firtana Iman
Bahwasannya aku
masih menyisakan waktu
bermanja pada wujudmu
Tak ingin usai
walaupun kusudahi
kesempatan untuk menemui
disetiap jarak isi hati
dengan segalagala hari
hingga kuakui
Aku tak ingin usai
dicintai dan dimengerti
oleh sebuah hati
dari dirimu sendiri
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 09 Mei, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Bahwasannya aku
masih menyisakan waktu
bermanja pada wujudmu
Tak ingin usai
walaupun kusudahi
kesempatan untuk menemui
disetiap jarak isi hati
dengan segalagala hari
hingga kuakui
Aku tak ingin usai
dicintai dan dimengerti
oleh sebuah hati
dari dirimu sendiri
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 09 Mei, 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Ayah
Karya: Deddy Firtana Iman
Doakanlah untuknya
yang telah membesarkanmu
walaupun wujudmu
menangisi kepergianya
Kusadari
semuanya tiada yang abadi
walaupun kita berdiri
di tepian waktu sekian hari
Dan hari ini
aku juga mendoakanmu
dan Ayahmu juga
Amin
2010
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 25 April 2010
Puisi ini kupersembahkan untuk berpulang ke rahmatullah, Ayahanda dari sahabatku T Arizona. Semoga segala amalan ibadah Beliau diterima oleh Allah SWT, dan segala kesalahannya diampuni oleh Allah SWT, serta T Arizona beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Amin ya Rabbal Alamin.
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Doakanlah untuknya
yang telah membesarkanmu
walaupun wujudmu
menangisi kepergianya
Kusadari
semuanya tiada yang abadi
walaupun kita berdiri
di tepian waktu sekian hari
Dan hari ini
aku juga mendoakanmu
dan Ayahmu juga
Amin
2010
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 25 April 2010
Puisi ini kupersembahkan untuk berpulang ke rahmatullah, Ayahanda dari sahabatku T Arizona. Semoga segala amalan ibadah Beliau diterima oleh Allah SWT, dan segala kesalahannya diampuni oleh Allah SWT, serta T Arizona beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Amin ya Rabbal Alamin.
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Puisi Jaga Malam
Karya: Deddy Firtana Iman
Malam dingin
aku melamun tentang kesepian kota
terhenti dengan neon perkampungan sudut
kota
apa ada gerangan menjerit duka
dengan berpura-pura mabuk di dekatku
melirikku dengan untaian lagu kesepian
Inilah kota juang
yang dibicarakan orang-orang dungu
tentang pejuang yang gagal
tanpa ada cacat sedikitpun
melarikan diri dari kepungan kematian.
Cahaya inilah buktinya,
terus-menerus melirik jawaban kebena-
ran,
tentang hilangya prajurit kami.
2009
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 18 April 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Malam dingin
aku melamun tentang kesepian kota
terhenti dengan neon perkampungan sudut
kota
apa ada gerangan menjerit duka
dengan berpura-pura mabuk di dekatku
melirikku dengan untaian lagu kesepian
Inilah kota juang
yang dibicarakan orang-orang dungu
tentang pejuang yang gagal
tanpa ada cacat sedikitpun
melarikan diri dari kepungan kematian.
Cahaya inilah buktinya,
terus-menerus melirik jawaban kebena-
ran,
tentang hilangya prajurit kami.
2009
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 18 April 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Air Mata Ibu
Karya: Deddy Firtana Iman
Ibu mengayuh tangan
menghajar batu kekal
di tepi gunung yang jurangya memikat
kematian
Pulang-pulang
tanganya berlumuran darah
baju basah kuyub
segoni batu-batu telah didapatnya
dengan perasaan yang galau
penuh tanda tanya yang mengherankan
“untuk apa kita hidup
hanya berbekal penipuan yang angkuh
sirna dihapus hujan
tidak abadi di hinggap matahari”
Kami semuanya terdiam
mendengar jerit hatinya
mulai mengeluarkan air batu
dari bola matanya yang resah
aku pikirkan jerit hatinya
tentu saja tapak tanganya
tiada berhenti untuk bekerja
memenuhi kebutuhan kami
hingga Ibu meninggal dirintih kesakitan
oleh hidup melarat kemiskinan
(2009)
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 11 April 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Ibu mengayuh tangan
menghajar batu kekal
di tepi gunung yang jurangya memikat
kematian
Pulang-pulang
tanganya berlumuran darah
baju basah kuyub
segoni batu-batu telah didapatnya
dengan perasaan yang galau
penuh tanda tanya yang mengherankan
“untuk apa kita hidup
hanya berbekal penipuan yang angkuh
sirna dihapus hujan
tidak abadi di hinggap matahari”
Kami semuanya terdiam
mendengar jerit hatinya
mulai mengeluarkan air batu
dari bola matanya yang resah
aku pikirkan jerit hatinya
tentu saja tapak tanganya
tiada berhenti untuk bekerja
memenuhi kebutuhan kami
hingga Ibu meninggal dirintih kesakitan
oleh hidup melarat kemiskinan
(2009)
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 11 April 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Isyarat Kematian
Karya: Deddy Firtana Iman
Usiaku
mulai meninggi
dusta nestapa melingkar leher
Ribuan keji munafik tercipta
agama terlupakan
Malaikat mulai mendekat
memperlihat senjata
wujudku membisu
Iblis dan setan-setan mulai tersenyum
Memiliki teman dikemudian harinya
Isyarat kematian untukku
Inilah
aku, lelaki pendusta itu
yang engkau cari
yang selama ini membunuhmu
Lihatlah aku
dan tataplah wajahku
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 04 April 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Usiaku
mulai meninggi
dusta nestapa melingkar leher
Ribuan keji munafik tercipta
agama terlupakan
Malaikat mulai mendekat
memperlihat senjata
wujudku membisu
Iblis dan setan-setan mulai tersenyum
Memiliki teman dikemudian harinya
Isyarat kematian untukku
Inilah
aku, lelaki pendusta itu
yang engkau cari
yang selama ini membunuhmu
Lihatlah aku
dan tataplah wajahku
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 04 April 2010
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Munajat Burung Merak
Karya: Deddy Firtana Iman
Siapa sangka
Tulisanya telah tertulis di batu nisan
Hingga tertidur dengan senyum
Hingga hujan pun membasahi kota kami
Mendengarkan kepergianya
Hilang sudah
Suaranya yang bergetar itu
Kepakan sayapnya yang megah itu
Warna yang merekah itu
Kembali kepadaNya
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Siapa sangka
Tulisanya telah tertulis di batu nisan
Hingga tertidur dengan senyum
Hingga hujan pun membasahi kota kami
Mendengarkan kepergianya
Hilang sudah
Suaranya yang bergetar itu
Kepakan sayapnya yang megah itu
Warna yang merekah itu
Kembali kepadaNya
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Munajat Natijah
Karya: Deddy Firtana Iman
Kebahagianku dariMu
Milikku adalah milikMu
Segalanya.
Kesabaranku belum dapat diukur
Dengan keimananku
Tunjukkanlah jalanMu
Semoga aku dapat menikmati buah Kurmamu
Ketika Ramadhan berkumandang Sahur
Terwujudlah kesabaran dan keimananku untukMu
Buah-buahan
Kenikmatan tiada tara
Setara atau pun tidak
Adalah milikMu
Munajat Natijah
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Kebahagianku dariMu
Milikku adalah milikMu
Segalanya.
Kesabaranku belum dapat diukur
Dengan keimananku
Tunjukkanlah jalanMu
Semoga aku dapat menikmati buah Kurmamu
Ketika Ramadhan berkumandang Sahur
Terwujudlah kesabaran dan keimananku untukMu
Buah-buahan
Kenikmatan tiada tara
Setara atau pun tidak
Adalah milikMu
Munajat Natijah
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Munajat Nyanyian
Karya: Deddy Firtana Iman
Penuh Doa-doa
Kebahagiaan itu hadir dipelukanku
Seperti senja menarik fajar
Kenikmatan apa lagi
Yang hadir dalam rebahan takdirku
Penuh sujud syukur
Kebahagiaan itu hadir kembali
Di hari esok yang kelabu
Nyanyian hati
Bahasa jiwa yang terpatri
Dari hari ke hari
Penuh kesabaran
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Penuh Doa-doa
Kebahagiaan itu hadir dipelukanku
Seperti senja menarik fajar
Kenikmatan apa lagi
Yang hadir dalam rebahan takdirku
Penuh sujud syukur
Kebahagiaan itu hadir kembali
Di hari esok yang kelabu
Nyanyian hati
Bahasa jiwa yang terpatri
Dari hari ke hari
Penuh kesabaran
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Sumber:
Deddy Firtana Iman
Langganan:
Postingan (Atom)