Tampilkan postingan dengan label Dimuat di Blog Gemasastrin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dimuat di Blog Gemasastrin. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2011

Aku Sungguh Ada

Karya: Deddy Firtana Iman


Kau mungkin tak yakin

Kalau aku masih berjalan

Setelah berjalan berpetualangan

Sesudah mencarimu di pinggiran jalan

Aku sungguh ada

Aku serahkan tiada dua

Agar nanti bahagia

Asalkan kau tak kecewa

Kau mungkin tak yakin

Aku masih dibutuhkan

Dibutuhkan saling pengertian

Agar nantinya dapat merasakan kebahagiaan


13/08/2008

Sumber:
Gemasastrin

Katakan Percuma

Karya: Deddy Firtana Iman


Mari menari

Dengan iringan lagu

Atau musik lirik cinta

Hanya sebaris kata cinta

Dari malam

Sampai mata terbuka

Untuk melihatku tertawa

Katakan percuma

Dari relung hatimu

Ketika aku masih tersenyum

Untuk dilihat saja

Dari ucapanku

Kalau tak sanggup

Bernyanyi untukku

Katakan percuma

Sebagai ungkapan

Kesesalan darimu

Semoga aku mengerti


13/08/2008

Sumber:
Gemasastrin

Rindu Yang Merekah

Karya: Deddy Firtana Iman
Telah aku siapkan

Sebungkus nasi gurih

Agar tak lapar

Oleh sengatan matahari

Seakan berbisik manja

Mulai menciumku

Sambil tersenyum

Memelukku hangat

Saling pengertian

Telah aku siapkan

Kata rinduku

Sampai malam

Mimpi indah

Bersamamu di awan

Tanpa hujan

Hanya bintang

Menemaniku dan kau

Telah aku sampaikan

Kata rindu merekah

Semerah bibirmu

Seindah wajahmu

Menyirami wajahku

Agar aku rindu

Kepadamu yang merekah


13/08/2008

Sumber:
Gemasastrin

Puisi Luka

Karya: Dedy Firtana Iman


Coretan penuh makna

Goresan penuh sukma

Aku menuliskan puisi

Sambil melamun sendiri

Diantara mimpi suci

Satu dua tiga

Jadilah cerita cinta

Puisi lengkap nada senja

Dan puisiku melanglang buana

Diantara mimpi tertunda

2009


Sumber:
Gemasastrin

Setelah Perjalanan

Karya: Deddy Firtana Iman

Merebahkan tubuh yang lelah
Udara menembus sukmaku
Setelah aku berjalan lelah
Jauhku mimpikan cita-cita
Mencari jati diri sukma
Terhuyung di padang pasir
Setlah cita-cita berlarian
Ke udara dan ke langit
Sejatinya begitulah aku
Terhimpit sukma yang kotor
Tentang imajinasi liarku
Terkungkung terdiam

2009


Sumber:
Gemasastrin

Kejamnya Negaramu

Karya: Deddy Firtana Iman

Berton-ton bahan peledak
Bermain ke udara menuju
Negara saudaraku
Yang tak tau arah kemana
Masi tersenyum
Dengan kelakarmu
Yang hina itu
Atau kau memang pengecut
Diantara teroris tikus kantor
Seperti di Kotaku
Saad ini dan kau sama saja

2009


Sumber:
Gemasastrin

Kisah Hidupku

Karya: Deddy Firtana Iman

Menekan diri tirai memberi
Sudah lelah aku sendiri
Antara aku dan mawar berduri
Mungkin juga aku bunuh diri

Mengapa iri kata berbunyi
Sedangkan aku di tinggal pergi
Walaupun menyusuri jalan kaki
Berarti aku hanya kalah sendiri

Matahari pagi telah berdiri
Menyinari isi hati
Memberikan cahaya penenang diri
Untukku dikala sendiri

Inilah aku yang sendiri
Tentang ketiadaan cinta sejati
Hampa disisiku tiada arti
Terasa berat hidupku ini
Yang dilukai oleh wanita iri hati

25-08-2008

Sumber:
Gemasastrin

Lupakan Dia Ingatkanku

Karya: Deddy Firtana Iman

Tidak ada kabar burung hantu
Setelah malam penuh dosa
Ibaratnya telah lahir Manusia membisu
Memandang kesombongan pemuda kota
Itulah takdirnya kekuasaan peluru
Senjata ungkapan pengebor ungkapan harta
Hilangya keangungan permaisuriku
Dan engkau masi melangkah
Setelah bersuci ketika malam purnama
Tersedu berjalan tanpa kebahagian
Terus berlinangya air matamu
Terus hingga kakimu berdarah
Hanya ungkapan mengumpat
Malam telah menghilang
Dari kebahagianmu
Meluruhkan kebencian di siang hari
Umpatan ketika dirimu ternoda

15-01-2009

Sumber:
Gemasastrin

Masa Lalu

Karya: Deddy Firtana Iman

Rasa sesak menekan ke dada
Melemahkan denyut jantungku
Bermandikan air keringatku
Rasa sesak ke masa lalu
Setelah aku tau caranya
Masa lalu memberatkan pandanganku
Tentang kekuasaan jaman Orde Baru
Terasa emosi mendalam
Terasa jiwa mencekam
Terasa amarah memburam
Kini
Para penguasa itu telah tertidur
Di alam kekejamanya

15-01-2009

Sumber:
Gemasastrin
Badai Kemenangan

Oleh; Deddy Firtana Iman

Kekacauan itu
Merobek isi usus buntu
Hingga mencakarnya
Menjadi sekumpulan debu
Dan binasalah aku
Meradang
Menerjang
Badai kemenangan
Menjuarai kesenangan
Kekacauan itu
Menghapuskanku yang kaku
Tanpa kumegerti
Aku masi melawan
Tentang hukum berdiri sendiri

15-01-2009

Sumber:
Gemasastrin